
Client: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang
Creative Director: Ipunk Kristianto
Project Detail
Perancangan Maskot Pilkada Magelang 2024 “GREGAS” di project ini difokuskan untuk menciptakan visual yang bukan cuma menarik, tapi juga punya peran sebagai penghubung antara KPU dan masyarakat.
Di konteks Pilkada, tantangannya bukan sekadar bikin desain yang bagus, tapi gimana caranya pesan bisa sampai dengan cepat dan terasa dekat. Maskot jadi salah satu medium yang paling efektif, karena bisa “ngomong” ke publik dengan cara yang lebih ringan, friendly, dan mudah diingat.
Ipunk Kristianto sebagai Creative Director Gantha Studio merancang GREGAS sebagai maskot Pilkada 2024 dengan pendekatan yang kuat di identitas lokal. Bentuk dasarnya diambil dari getuk gondok triwarna, makanan khas Magelang yang sudah sangat lekat dengan masyarakat. Tiga warna ini bukan cuma visual, tapi juga jadi simbol keberagaman yang menyatu dalam satu bentuk.
Dari situ, bentuk getuk ditransformasi jadi karakter yang hidup. Proporsi dibuat sederhana supaya mudah dikenali, lalu dikembangkan dengan elemen visual seperti sorjan lurik dan kain batik bermotif bunga. Elemen ini memperkuat identitas Magelang sebagai Kota Sejuta Bunga sekaligus menjaga rasa lokal tetap terasa di dalam desain.
Karakter GREGAS dibangun dengan ekspresi yang ceria, semangat, dan penuh energi. Gesture-nya dirancang variatif mulai dari mengajak, menghimbau, sampai mencoblos supaya bisa dipakai sebagai alat komunikasi visual di berbagai kebutuhan kampanye. Jadi bukan cuma satu pose, tapi satu sistem karakter yang fleksibel.
End result-nya adalah GREGAS ngga cuma jadi maskot Pilkada 2024, tetapi juga tapi juga sebagai identitas visual yang berfungsi sebagai simbol pemersatu semangat demokrasi. GREGAS hadir sebagai representasi Pilkada yang lebih dekat, lebih hidup, dan lebih mudah diterima oleh masyarakat Magelang.
Lewat project ini, Gantha Studio berhasil mengubah elemen budaya lokal jadi sistem visual yang komunikatif, relevan, dan punya impact langsung ke cara pesan disampaikan.
Challenge
Kelihatannya simpel, tapi bikin maskot untuk event pemerintahan itu banyak layer-nya. Beberapa challenge yang dihadapi di project ini:
- Maskot harus bisa jadi jembatan komunikasi untuk semua kalangan, dari muda sampai tua
- Visual harus tetap engaging tanpa kehilangan kredibilitas sebagai bagian dari institusi resmi
- Transformasi elemen budaya (getuk & sorjan) harus terasa natural, bukan sekadar tempelan
- Karakter harus ekspresif dan fleksibel untuk banyak kebutuhan komunikasi
- Sistem visual (warna, typography, gesture) harus konsisten di berbagai media
- Harus bisa menjaga balance antara fun, edukatif, dan tetap informatif dalam konteks demokrasi








